Religi

RD Habel : Jumat Agung Moment Refleksi Dalam Relasi Manusia Dengan Tuhan

Jayapura, kawanuanews.com – Umat Katolik se Paroki Gembala Baik Abepura Jayapura, Jumat, 03/04/2026 mengikuti prosesi Jumat Agung dalam Liturgi Sabda (Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus), Penghormatan Salib dan Komuni Kudus sebagai tiga bagian utama dalam perayaan sengsara Tuhan atau dikenal pula dengan sebutan Food Friday, berlangsung penuh hikmat.

“Jumat Agung dalam tradisi gereja Katolik memiliki keistimewaan tersendiri karena bukanlah misa ekaristi melainkan perayaan sengsara Tuhan dalam Tiga Hari Suci yakni (Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci),” tandas RD Habel Jadera dalam Homilinya saat memimpin Perayaan Jumat Agung di gereja tersebut.

Menurut RD Habel yang juga sebagai Imam Diosesan dari Keuskupan Bogor, bagi umat Katolik Jumat Agung bukan sekedar peristiwa sejarah melainkan momentum spritual yang sarat makna Pengorbanan, Kasih dan Penebusan Dosa Manusia.

Makna Jumat Agung tambahnya, tidak saja terletak pada penderitaan, tetapi juga pada kasih yang tak terbatas, dimana pengorbanan Tuhan Yesus dianggap sebagai bentuk cinta terbesar kepada umat manusia, sekaligus membuka jalan keselamatan bagi mereka yang percaya padanya.

Pastor RD Habel Jadera berpesan kepada umat Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, agar menjadikan perayaan Jumat Agung 2026 sebagai moment refleksi mendalam untuk merenungkan kehidupan, memperbaiki diri, serta memperkuat iman dan relasi yang baik dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.

Sehari sebelum perayaan Jumat Agung yang terbagi dua yakni pukul 12.00 WIT dan pukul 15.00 WIT, umat Katolik Paroki Gembala Baik Abepura maupun Paroki lainnya di kota Jayapura sekitarnya, mengikuti misa Kamis Putih, Sabtu, 04/04/2026 (Sabtu Suci) pukul 17.00 WIT dan pukul 20.00 WIT serta Hari Raya Paskah pada Minggu, 05/04/2026. (TT/JPR).

Related Articles

Back to top button