Gubernur Olly Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur, Hindari Judi dan Pinjol

Oleh Jan WG Polii
Ajakan Gubernur Sulawesi Utara, Prof DR Olly Dondokambey, SE untuk masyarakat memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian dan perkebunan dengan ‘Mari Jo Ba Kobong.’
Bukti nyata ditunjukkan lewat Fb, instagram, tiktok, kebiasaan pribadi Gubernur yang muncul pada pagi hari turun langsung memberi contoh dorongan, menanam dan panen jagung, dan padi di perkebunan milik Nya.

Banyak sahabat, tamu rakyat yang ketemu disaat Gubernur jalan pagi lihat hasil pertanian, usaha budi daya ikan yang luas, telaga (kolam), juga ada sapi, rusa dan lain-lain.
Jumpa dengan Gubernur Olly, di kediamannya di Kolongan, rakyat merasa sangat senang dapat diterima.
Pak Gubernur Olly selalu welcome kepada masyarakat. Kalau tidak diterima di rumah pribadi bisa di Kantor Gubernur. Pelayanan kepada masyarakat tidak terbatas. Pak Gubernur selalu menerima tamu tapi tentu diprioritaskan, tamu yang diterima.
Khususnya banyak petinggi DPR, Menteri, pengusaha kalangan atas sudah datang di kediaman beliau.
Melejitnya perekonomian dan aktifitas pembangunan di bumi nyiur melambai, pastinya tidak lepas dari kelihaian seorang pemimpin.
Patut diakui, duet Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut sukses mengawal harapan rakyat.
Solid, kompak dan komitmen keduanya mampu menjadikan Sulut Maju.
Puji Tuhan, ungkap Gubernur Olly, sejak pandemi Covid-19, produksi pertanian di Sulut mendapatkan nilai tambah yang sangat besar. Sekarang surplus beras dan jagung.
“Torang surplus beras 113 ton produksi pertama. Banyak dibeli daerah luar untuk mensupport, begitu jagung produksi 1,5 juta ton. Produksi meningkat mulai dari covid sampai hari ini. Tentunya peran gereja mengimbau petani sangat penting. Makanya nilai tukar petani mengalami peningkatan,” terang Gubernur Olly.
Gubernur Olly juga berharap dan mengajak, masyarakat Sulut dan Minahasa yang sebagian besar petani, mari jo ba kobong.
“Selain mengucap syukur kepada Tuhan, masyarakat petani juga harus tetap rajin bakobong. Jangan biarkan ada lahan tidur di desa. Saya tahu masih luas lahan pertanian yang dimiliki tiap desa. Pemerintah desa harus atur agar masyarakat desa bisa manfaatkan lahan pertanian perkebunan untuk bakobong. Masyarakat harus rajin bakobong sehingga bisa mendapat berkat dari Tuhan. Hindari main judi dan pinjol. Tapi mari jo bakobong,” ajak Gubernur Sulut.
Gubernur Olly Dondokambey dikerumuni masyarakat saat merayakan pengucapan syukur di Minsel.
Masyarakat Sulawesi Utara sebagian besar petani, mengucap syukur kepada Tuhan.
Hal ini menjadi harapan Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada masyarakat Nyiur Melambai yang pada hari Minggu, 14 Juli 2024 merayakan Pengucapan Syukur.
“Pengucapan Syukur merupakan perayaan mengucap syukur masyarakat Minahasa kepada Tuhan atas berkat panen dari hasil bakobong. Dan perayaan pengucapan ini turun temurun dirayakan oleh masyarakat sampai sekarang ini. Ini sangat baik karena mengajarkan masyarakat untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan sebagai sumber berkat, Mari jo Ba kobong.”
“Keberhasilan di tanaman jagung dan padi, juga diikuti tanaman holtikultura di masing-masing kabupaten kota yang berhasil dijual di provinsi lain,” ungkap Prof DR Olly Dondokambey.
Gubernur Olly membeberkan beberapa manfaat yang dirasa oleh petani dengan bakobong.
Pertama sebagai sumber pangan. Menurut Gubernur Olly, Bakobong otomatis menyediakan makanan bagi masyarakat. Dengan tanaman pangan yang ditanam secara luas, pertanian memastikan ketersediaan makanan sehari-hari.
Kedua, tercipta lapangan kerja. Sebab menurut Gubernur, secara global, bakobong menjadi sumber utama pekerjaan bagi jutaan orang. Dari petani hingga industri terkait, bakobong atau bertani memberikan pekerjaan dan menciptakan keberlangsungan ekonomi.
Ketiga, Gubernur mengingatkan soal pelestarian lingkungan.
“Praktik perkebunan yang berkelanjutan membantu menjaga ekosistem alami. Melalui teknik-teknik seperti pola tanam rotasi, pertanian bisa mendukung keberlanjutan tanah dan air.
Diingatkan kembali bahwa praktik judi dan pinjaman daring sudah menggerogoti masyarakat dan sangat berdampak buruk jika tidak segera ditangani.
“Judi ‘Online’ dan ‘Pinjol’ dianggap ‘Lingkaran Setan’ Mesti Diberantas,” tegas Wakil Gubernur, Steven Kandouw akan bahaya judi online.
(Penulis alumni pasca Sarjana UGM dan Staf khusus Gubernur)




