Kisah Legenda Danau Anggi di Pegunungan Arfak

Papua Barat, kawanuanews.com – Tanah Papua memilki sejumlah kekayaan alam penuh ceritera unik yang selalu membuat kagum setiap orang saat menginjakan kaki di Bumi Cenderawasih, apalagi menikmati indahnya alam yang sarat dengan cerita masa lampau seperti Danau Anggi Perempuan di Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat.
Letaknya tersembunyi dibalik pegunungan menjulang tinggi dibalut kabut yang terkadang menghampiri permukaan danau, menjadi fenomena menarik bagi sebuah destinasi wisata dengan kisah magisnya membuat banyak orang jadi penasaran untuk berkunjung, menikmati airnya yang tenang berwarna kebiru biruan, udara sejuk sebagai ciri khas dataran tinggi, melengkapi indahnya pamandangan Danau Anggi Perempuan serta ceritera uniknya.
Konon khabarnya, terdapat beberapa versi tentang mitos danau anggi yang dihuni naga betina dan naga jantan, namun yang paling sering di ceritakan adalah kisah cinta sepasang kekasih yang tidak direstui keluarga karena perbedaan suku, kemudian menangis di rumah masing masing dibalik bukit, lalu air mata tangisan sepasang kekasih itu tumpah dan jadilah Danau Anggi Gija (perempuan) dan Danau Anggi Giji (laki laki).
Bagi masyarakat suku Arfak, danau ini memiliki makna tersendiri.
Danau Anggi Perempuan dipercaya sebagai simbol kehidupan dan keseimbangan alam, yang diwariskan secara turun-temurun dalam cerita rakyat, sehingga tidak heran meski harus menempuh perjalanan darat sekitar tiga sampai empat jam dari kota Manokwari, Jemi Satriyanto bersama keluarga, melepas kepenatan suasana kota dengan mendatangi Danau itu, sekaligus mengobati rasa penasarannya menikmati sejuk alam, air danau biru jernih memantulkan cahaya langit yang menggenapi kisah legenda.
Dipilihnya Senin, 30 Maret 2026 sebagai waktu untuk wisata ke Danau itu, bagi Jemy dan keluarga supaya terhindar dari padatnya pengunjung dihari hari terakhir musim liburan serta dapat menikmati suasana alam sepanjang perjalanan pertama kalinya dari Manokwari – Pegunungan Arfak Pergi Pulang.
Kendati harus menempuh perjalanan darat cukup jauh, naik turun gunung, belokan belokan tajam dan terjal, menembus awas di ketinggian gunung sekitar 1700 hingga 1800 meter dari permukaan laut serta merobek kocek relatif besar,
“namun semua itu terobati sudah dari rasa penasaran akan Danau Anggi yang selama ini terbenam dalam angan angannya,” tutur Jemy. (TT/MKW).




