Nasional

Orkestra Khas Papua Siap Ramaikan Pembukaan Pesparawi Nasional di Manokwari

Manokwari, kawanuanews.com – Orkestra Khas Papua akan meramaikan acara Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi/ Pesparawi Nasional ke XIV tahun 2026 yang dipusatkan dilapangan Borasi Manokwari Papua Barat.

Penampilan Orkestra tersebut bakal menyedot perhatian peserta Pesparawi Nasional serta para tamu dan undangan, melalui atraksi dan lagu yang terpadu dalam satu irama syahdu menggores kenangan.

Di temui dalam suatu sesi latihan Jumat,12 Juni 2026, Koordinator Orkestra Khas Papua, George Yomaki mengatakan, tim yang dipimpinnya berkekuatan 50 personel.
Ke 50 personel tersebut terdiri dari para musisi dari berbagai daerah di Papua, yang telah menjalani latihan selama kurang lebih empat bulan, sehingga saat ini dalam tahap pemantapan.

Dikatakannya, pada malam pembukaan nanti, Orkestra Khas Papua akan berkolaborasi dengan empat pemain orkestra dari Jakarta untuk mengiringi sejumlah lagu, yakni Aku Papua, Papua Pulau Indah, Nusantaraku, dan Chinogo Incil.

Sedangkan lagu Haleluya Agung akan dibawakan secara khusus oleh Paduan Suara Akbar tanpa iringan orkestra.

“Tim kami berkekuatan 50 orang para musisi tanah papua yang berkolaborasi dengan empat pemain orkestra asal jaksrta. Kami akan bawakan beberapa hits seperti Aku Papua, Nusantaraku dan Chinogo Injil lagu asal Manokwari,” jelas Yomaki.

Keunikan Orkestra Khas Papua menurut George Yomaki, terletak pada perpaduan alat musik tradisional dan modern yang merepresentasikan kekayaan budaya Papua.

Berbagai instrumen yang digunakan antara lain musik bambu, tifa, tambur, ukulele, gitar akustik, string bass asli Papua, keyboard, gitar bass elektrik, gitar melodi elektrik, tabura, serta alat musik tiup seperti suling dan triton.

“Kolaborasi berbagai instrumen tersebut akan menghadirkan harmoni musik yang khas dan menjadi salah satu suguhan budaya unggulan pada pembukaan Pesparawi Nasional XIV,” ujarnya.

Penampilan orkestra itu, diharapkan tidak hanya menghibur para peserta dan tamu undangan, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Papua kepada masyarakat dari seluruh Indonesia yang hadir di Manokwari pada Pesparawi Nasional XIV (yang akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 28 Juni 2026),” tutup Yomaki.(tt/jpr)
(tt/jpr)
*
PEMPROV PBD BENTUK TIM POA UNTUK SISTIM PENDATAAN TERPADU WNA.
Sistem pendataan terpadu warga negara asing (WNA)melalui pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim POA) Tahun 2026 oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, sangat diperlukan, supaya dapat menginventarisir setiap warga negara asing secara baik.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, George Japsenang, kemukakan, hingga saat ini belum tersedia data terintegrasi mengenai keberadaan orang asing yang dapat diakses dan digunakan bersama oleh seluruh instansi terkait.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing yang berada di Papua Barat Daya.

“Saya berharap melalui Tim POA ini dapat lahir satu data orang asing yang bisa digunakan bersama untuk menyatukan, mengendalikan, dan mengawasi keberadaan warga negara asing di Papua Barat Daya,” kata George di Sorong, Jumat 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, selama ini masing-masing dinas-instansi memiliki data yang terbatas. Baik kepolisian, dinas pariwisata, maupun pemerintah daerah belum memiliki basis data yang lengkap dan terintegrasi mengenai warga negara asing yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah ini.

,”Dengan data yang lengkap dan akurat, pengawasan akan lebih efektif dan pemerintah dapat memastikan seluruh aktivitas warga negara asing berjalan sesuai aturan yang berlaku,”jelas George.

Selain itu, data yang terintegrasi juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar dinas-instansi dalam mendukung keamanan daerah serta pengawasan terhadap tenaga kerja asing, wisatawan mancanegara, maupun pelajar asing yang berada di Papua Barat Daya.

,_pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap keberadaan Tim POA dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengawasan orang asing yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis data,” tambahnya.(tt/jpr)

Related Articles

Back to top button