Pasar Murah Dijadwal Pekan Depan di 2 Kecamatan di Minut

Minut, kawanuanews.com – Dua Kecamatan yang belum di laksanakan pasar murah bersubsidi yaitu Kecamatan Talawaan dan Kecamatan Kalawat, hal ini diungkap Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minut, Maksimilian Tapade, bertempat di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe, Jumat (11/04/2025).
“Untuk Dua Kecamatan itu kami jadwalkan hari Selasa dan Rabu pekan depan. Tapi tidak menutup kemungkinan kecamatan yang sudah, akan kembali di laksanakan pasar murah bersubsidi,” tuturnya.
Pasar murah bersubsidi yang menjual pangan dan sembako serta Barito, dengan harga murah telah melayani delapan dari 10 Kecamatan di Kabupaten Minut.
Pemerintah Kabupaten Minut melalui Dinas Perdagangan dan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) menggelar pasar murah bersubsidi, bertempat di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe, Jumat (11/04/2025).
Pihaknya juga konsen dengan melaksanakan hingga ke masyarakat yang ada di Kepulauan, seperti Matehage, Gangga, Talise, Pulau Bangka dan Lihaga.
Adapun pangan, sembako dan bumbu dapur yang di jual dengan harga murah yakni,
Beras Premium Rp 44.500 per sak 5 kilogram disiapkan 400 sak,
Gula Pasir Rp 9.500 per kilogram, disiapkan 20 kilogram,
Minyak Goreng Rp 10 ribu per liter, disiapkan 200 liter,
Tepung Terigu Rp 5.500 per kilogram, disiapkan 20 kilogram,
Bawang merah Rp37.000 per kilogram, disiapkan 30-35 kilogram,
Bawang Putih Rp37.000 per kilogram disiapkan 30-35 kilogram,
Cabai Rawit atau Rica Rp75.000 per kilogram, disiapkan 30-35 kilogram,
Daging ayam Rp 1 ekor Rp29.500 per ekor disiapkan 35-40 ekor dan Telur Ayam Rp 41.500 per baki disiapkan 270 baki.
Kadis Tapade menjelaskan, pelaksanaan ini untuk memastikan ketersediaan stok atau pasokan pangan di masyarakat.
Selain itu, pasar murah bersubsidi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah.
“Kami juga lewat kegiatan ini menormalisasi harga pangan, karena harga yang di tawarkan terjangkau,” jelasnya.
Untuk pasokan sembilan bahan pangan dan bumbu dapur yang di jajakan dalam pasar pangan murah bersubsidi berasal dari petani lokal Minut dan kerjasama dengan PT Bulog.
Sehingga ketersedian pangan seperti beras bisa terpenuhi.
Dlihat saat ini areal di Kabupaten Minut untuk swasembada pangan, namun di beberapa lahan seperti Kecamatan Dimembe Desa Matungkas sudah menjadi perumahan.(*)




