SD GMIM Map-Bar Masuki Era Digitalisasi Pembelajaran, Santi: Ruang Kelas Jadi Lebih Hidup

Manado, kawanuanews.com – Salah satu program prioritas Kementrian Pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmen) adalah revitalisasi pembelajaran digital.
Melalui program ini Indonesia sedang melangkah ke arah baru.
Guna mendukung program tersebut, hampir seluruh satuan pendidikan kini dilengkapi dengan IFP, sebuah perangkat layar sentuh modern gabungan fungsi monitor komputer, papan tulis digital dan proyektor dalam satu unit.
SD GMIM Mapanget Barat salah satu satuan Pendidikan yang telah menikmati pembelajaran digital melalui sarana IFP.
“Sejak bulan Oktober pihaknya sudah menerima bantuan dari Kementrian berupa 1 unit IFP untuk digitalisasi pembelajaran,” kata Kepsek SD GMIM Mapanget Barat, Santi Nender, SPd Jumat 14/11/25.
Dikatakan, bantuan tersebut sudah mulai digunakan secara bergilir oleh peserta didik.
“Anak anak sangat antusias dengan pembelajaran digital. Mereka begitu bersemangat karena pelajaran mudah dicerna dan dimengerti,”ujar Nender bersemangat.
Melalui digitalisasi pembelajaran, ruang kelas kini hadir dinamis, interaktiv dan merata bagi semua anak hingga daerah pelosok negeri.
Program ini bukan semata mata tren teknologi, tetapi untuk menjawab tantangan Pendidikan mulai dari rendahnya capaian literasi hingga learning los akibat pandemi.
Dikatakan, digitalisasi pembelajaran adalah upaya mengejar ketertinggalan anak anak Indonesia sekaligus terbiasa dengan ketrampilan abad 21.
Hal ini sesuai Inpres No 7 tahun 2025 yang menargetkan revitalisasi satuan Pendidikan, pembangunan sekolah unggul hingga implementasi pembelajaran digital lewat digitalisasi pendidikan.
Tak heran setiap sekolah ditargetkan memperoleh perangkat papan interaktiv pintar (smarboard) yang disebut Interactive Flat Panel (IFP) guna menunjang proses belajar.
Lebih jauh Nender mengatakan, papan interaktif pintar telah mengubah suasana kelas jauh lebih hidup.
“Anak anak jadi lebih antusias karena format belajarnya bervariasi dan mereka semakin berani berinteraksi,” pungkasnya. (Meldi S)




