SDN 27 Manado Akreditasi dari BAN, Marwiyah: Kurang Ruang Belajar

Manado, kawanuanews.com – Terakreditasi tipe C, SDN 27 Manado kini bersiap untuk akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).
Tak heran satuan pendidikan di Kecamatan Singkil ini mulai melakukan berbagai pembenahan, baik administrasi maupun sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Jadwal akreditasi SDN 27 tahun 2026 dan mulai sekarang sudah harus dipersiapkan,” kata Kepala SDN 27 Manado, Marwiyah Piolah, SPd, Senin 17/11/25.
Dikatakan, berbagai persiapan mulai dicicil antara lain pembelajaran kontekstual, kurikulum, Dapodik, pembelajaran mendalam (deep learning).
Anak anak diajak untuk mengunjungi taman makam pahlawan, belajar biografinya kemudian mempresentasikan apa yang mereka pelajari, semuanya divideokan sebagai dokumentasi.
Kemudian ada juga kegiatan nonton film atau moving class di Taman Budaya khusus kelas 5 dan 6 untuk mengenal budaya daerah lebih mendalam.
Selain itu, para murid nonton bareng film tentang anti buling atau perundungan. Tujuannya agar anak anak akan tahu apa akibat jika suka membuling teman sehingga perlu dihindari.
Lebih jauh Marwiyah menjelaskan, saat ini jumlah murid mencapai 214 orang, terdiri dari 8 Rombel.
SDN 27 masih kekurangan ruangan belajar sementara jumlah siswa terus bertambah setiap tahunnya.
Dijelaskan, banyak murid pindahan dari luar daerah yang memilih bersekolah di SDN 27 Manado.
“Kami butuh tambahan ruangan kelas yang representativ,” tegas Marwiyah.
Kepsek murah senyum namun pekerja keras ini tidak suka menunda nunda pekerjaan. Apa yang bisa dikerjakan langsung dikerjakan hingga tuntas agar tidak menumpuk.
Guru guru juga diajak untuk melaksanakan tugas dengan penuh tangungjawab karena ini bagian dari ibadah.
Terkait makanan bergizi gratis, ratusan murid mulai menikmati sejak tanggal 1 Oktober 2025 dan hingga kini berjalan lancar.
Anak anak begitu antusias karena mendapat MBG setiap hari.
Orang tua tidak perlu lagi repot repot mempersiapkan jajan atau bekal makanan dari rumah.
“Beban orang tua berkurang karena sebagian besar ekonomi menengah kebawah. Hanya satu dua yang orang tua berstaus PNS atau TNI/ Polri,” kata Marwiyah sambil tersenyum. (Meldi S)




