Gebrakan Prof DR Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, Luar Biasa di Sektor Pariwisata

Oleh: Jan WG Polii
Provinsi Sulawesi Utara mampu mendorong pertumbuhan kinerja di sektor pariwisata yang pernah mencapai hingga 600 persen.
Atas prestasi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menganugerahi Sulut sebagai ‘The Rising Destination of The Year 2019’.
Memasuki tahun 2024, tahun politik justru wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024, dengan peningkatan sebesar 320 persen dibandingkan tahun 2023.

Hal ini berdasarkan data terbaru yang dirilis Imigrasi dan Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, untuk semester (Januari-Juni) 2024. Dan juga data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut, yang menyebutkan rata rata lama menginap 2 sampai 3 malam.
Ini kunjungan tertinggi pasca Pandemi Covid-19. Dan sudah mendekati angka capaian waktu sebelum Covid-19.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi yang dipimpin Gubernur, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw adalah membuka penerbangan langsung dari beberapa negara di Asia Timur (Jepang, China, Korea) ke Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Hasilnya pada tahun 2023 sebanyak 90.471 turis asing yang berkunjung ke Sulut, sementara turis domestik mencapai 743.948, atau total 834.419 orang. Dan juga dengan rata-rata menginap selama dua malam. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022.
Tercatat wisman yang datang ke Sulut berasal dari 14 negara. Masing-masing Tiongkok, Jerman, Singapura, Amerika Serikat, Belanda, Perancis, Australia, Swiss, Kerajaan Unitet (Inggris), Korea Selatan, Italia, Malaysia, Jepang dan Filipina.
Hebat Nya
Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sangat optimistis, saat program perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado menjadi 57.296 m2 dari sebelumnya 26.481 m2.
Dengan luas wilayah yang baru, maka akan semakin besar fasilitas pelayanan publik, diantaranya menampung kapasitas penumpang dari 2,7 juta orang, menjadi 5,7 juta orang penumpang per tahun.
Bagi wisatawan yang datang akan melihat bangunan bandara yang didesign modern berstandar internasional, ada penambahan fix bridge yang semula 3 unit menjadi 5 unit, counter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit, serta area parkir yang lebih luas.
Perluasan Bandara Sam Ratulangi di Manado, bernilai Rp477 miliar untuk menopang pariwisata.
Model Bandara Sam Ratulangi, yang dibangun Prof DR Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, membuat pengunjung domestik dan dari luar negeri terkagum di area kedatangan.
Sopir taksi sangat sopan menjemput wisatawan dan menawarkan angkutan mulai subuh sampai tengah malam, terlihat aktivitasnya.
Patutlah bila pujian dan hormat diberikan kepada Prof DR Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, karena tidak mudah membangun bandara modern yang akan tercatat sepanjang sejarah, nanti ini dapat dilihat secara menggagumkan Bandara Sam Ratulangi sangat Hebat.
Keberhasilan di bidang parawisata di Sulawesi Utara merupakan hasil kerja keras Prof DR Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang tidak pernah berhenti untuk mempromosikan Sulawesi Utara di setiap kunjungan dalam dan luar negeri.
Dengan mengandalkan objek wisata pantai dan wisata bahari dan lainnya, untuk menggaet sebanyak 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Salut Prof DR Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, kerja luar biasa untuk Sulut lebih hebat.
(Penulis Alumni Pasca Sarjana UGM dan Staf khusus Gubernur)




